This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 29 September 2018

Monumen Nasional

Monumen Nasional Jakarta

Monas-JakartaMonumen Nasional atau yang biasa kita kenal dengan sebutan Monas atau Tugu Monas terletak di Kota Jakarta. Monas adalah monumen peringatan untuk mengenang perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan dan memberi perlawanan kepada penjajah Belanda. Monas memiliki tinggi 132 meter atau 433 kaki. Bangunan Monas ini mulai dibangun tanggal 17 Agustus 1961 atas perintah presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.
Monas mulai dibuka bagi masyarakat luas atau kalangan umum pada tanggal 12 Juli 1975. Untuk mahkota Monasnya berbentuk lidah api yang menyala-nyala, melambangkan perjuangan yang begitu semangat dalam merebut kemerdekaan serta melawan penjajah. Lidah apinya berselimut lembaran emas. Monumen Nasional tepatnya berada di Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Monumen dan museum yang ada di dalamnya buka setiap hari. Mulai dari pukul 08.00-15.00. Pada hari Senin di minggu terakhir Monumen ditutup setiap bulannya.
Sejarah Monas
Dahulu pusat pemerintahan Indonesia berada di Yogyakarta dan setelah pusat pemerintahan kembali ke Jakarta, yang terjadi di tahun 1950. Setelah sebelumnya pemerintah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia, terjadi tahun 1949. Presiden Soekarno sudah mulai membuat rancangan mengenai sebuah tugu yang rencananya akan dibangun di depan Istana Merdeka. Beliau merencanakan tugu yang sepadan dengan Menara Eiffle yang terletak di Paris. Pembangunan tugu bertujuan untuk mengenang perjuangan melawan penjajah dan merebut kemerdekaan. Selain alasan tersebut pembangunan tugu juga bertujuan agar semangat patriotisme para pemuda dan generasi penerus terus berkibar.
Pada tahun 1955 diadakan sayembara untuk mencari perancang monumen yang tepat. Jumlah karya yang masuk jumlahnya 51 buah dan yang terpilih hanya 1 karya yaitu milik Frederich Silaban. Karya yang terpilih mempunyai kriteria, bisa bertahan sampai berabad-abad dan dapat menggambarkan karakter dari bangsa. Sayembara yang kedua digelar pada tahun 1960, akan tetapi tak juga ditemukan karya yang memenuhi kriteria. Dari 136 karya tak ada yang cocok satupun.
Selanjutnya ketua juri meminta Silaban untuk menunjukkan rancangannya pada Soekarno, akan tetapi setelah melihat rancangan tersebut, Presiden Soekarno tidak menyukainya. Beliau ingin monumen dengan bentuk lingga dan yoni. Kemudian Silaban diminta untuk kembali membuat rancangan sesuai dengan tema yang diinginkan presiden. Akan tetapi rancangan Silaban sangat luar biasa dan memerlukan dana yang tak sedikit, jadi anggaran negara tak bisa membiayai pembangunannya. Silaban menolak ketika diminta membuat rancangan yang lebih kecil lagi dan meminta pembangunan ditunda sampai dengan ekonomi Indonesia lebih baik.
Selanjutnya Presiden Soekarno pun meminta R.M. Soedarsono lanjutkan rancangan tersebut. Jadi ia memasukkan unsur angka 17, 8, dan 45 yang merupakan tanggal kemerdekaan, ke dalam rancangan monumennya. Dan akhirnya pembangunan tugu pun dimulai dan berdiri pada tanah seluas 80 hektar, dengan arsitek Friedrich Silaban dan R.M. Soedarsono.
Pembangunan Monas
Monas dibangun dalam dua tahap yaitu pada tahap pertama (1961/1962-1964/1965) pada saat pembangunan dimulai yaitu pada tanggal 17 Agustus 1961, Presiden Soekarno memasang pasak beton yang pertama. Pasak beton yang dipakai sebagai pondasi jumlahnya ada 284 pasak beton. Dan untuk pasak bumi yang dipakai sebagai fondasi museum ini jumlahnya 360 buah. Pemasangan fondasi seluruhnya rampung pada tahun 1962 bulan Maret. Dinding museum yang berada di dasar bangunan selesai pada bulan Oktober.
Untuk tahap kedua pembangunan dilakukan tahun 1966-1968 karena Gerakan 30 September 1965 (PKI), pembangunan sempat tertunda. Lalu kembali berlanjut di tahun 1969-1976 dengan menambah diorama pada museum sejarah. Meski pembangunan telah usai, tetap saja ada masalah dengan bangunan ini. Salah satunya adalah air yang bocor dan membuat museum tergenang. Monas resmi dibuka pada tanggal 12 Juli 1975 oleh Soekarno.
Tempat pembangunan Monas bernama Medan Merdeka sampai kini. Akan tetapi lapangan tersebut pun pernah beberapa kali ganti nama mulai dari Lapangan Gambir, Ikada, Merdeka, Monas, dan Lapangan Taman Monas. Di sekitar tugu ada kolam dan juga taman serta lapangan terbuka. Lapangannya banyak dimanfaatkan sebagai tempat olahraga. Lapangan Medan Merdeka akan ramai pengunjung terutama pada hari-hari libur. Banyak orang datang kesini untuk sekedar berjalan-jalan sambil menikmati keindahan Monas atau melakukan kegiatan lainnya.
Rancang Bangun Monas
Konsep tugu yaitu pasangan universal yaitu Lingga dan Yoni. Tugu Obelisk yang tinggi menjulang ke atas melambangkan lelaki yang maskulin, positif, dan aktif. Juga perlambang siang hari. Sementara untuk pelataran cawan landasan dari Obelisk adalah Yoni  yang melambangkan feminim, perempuan, negatif, serta pasif. Lingga dan Yoni adalah lambang keharmonisan dan kesuburan yang saling melengkapi sejak jaman prasejarah nusantara. Tugu Monas pun dapat diartikan sebagai lambang alu dan lesung. Dimana benda tersebut selalu ada di tiap rumah.
Monumennya terdiri dari Obelisk dengan tinggi 117,7 meter dan landasannya memiliki ketinggian 17 meter, pelatarannya dilapisi oleh marmer Italia. Kolam Taman Medan Merdeka yang memiliki ukuran 25×25 meter yang merupakan bagian sistem pendingin udara dan juga mempercantik Taman Monas. Ada juga patung Pangeran Diponegoro yang tengah menunggang kuda juga air mancur. Patungnya terbuat dari perunggu dengan berat 8 ton. Pintu masuk ke Monas ada di dekat Patung Diponegoro.
Relief Sejarah Indonesia
Pada tiap-tiap sudut di halaman luar sekeliling Monumen Nasional ada relief yang berkisah tentang sejarah Indonesia. Relief dimulai dari sudut timur laut, di sini terdapat gambaran kejayaan nusantara masa lalu, seperti adanya banyak kerajaan di Indonesia (seperti, Singasari dan Majapahit). Melihat Relief Sejarah Indonesia caranya yaitu dengan berkeliling searah jarum jam.
Setelah jaman kerajaan, selanjutnya menampilkan penjajahan Belanda, perlawanan rakyat, pahlawan nasional Indonesia, organisasi modern yang terbentuk guna memperjuangkan kemerdekaan Indonesia di awal abad 20, sumpah pemuda, kuasa Jepang, serta Perang Dunia II, proklamasi kemerdekaan, revolusi dan perang, sampai dengan pembangunan Indonesia modern. Relief beserta patungnya berbahan semen dengan kerangka pipa dan juga logam. Kini ada beberapa arca yang tampak sudah tidak terawat dan mulai rusak karena pengaruh cuaca.
Museum Sejarah Nasional
Pada bagian dasar Monumen Nasional kita dapat menemukan adanya sebuah tempat yang bernama Museum Sejarah Nasional. Museum ini berada pada kedalaman 3 meter di bawah monumen. Museum dengan ukuran 80×80 meter ini bisa menampung sampai dengan 500 orang pengunjung. Ruangan yang besar berlapis marmer, mempunyai 48 diorama pada keempat sisinya dan 3 diorama lagi di tengah-tengah, total dioramanya sebanyak 51 buah. Diorama tersebut menampilkan kondisi bangsa Indonesia yang dimulai dari masa prasejarah sampai dengan masa orde baru. Melihat diorama dimulai dari arah timur laut dan berjalan searah dengan jarum jam yaitu dimulai dari masa prasejarah, kerajaan, penjajahan Eropa, perlawanan pahlawan nasional terhadap VOC, pemerintahan Belanda, pergerakan nasional awal abad 20, jepang menduduki Indonesia, perang kemerdekaan dan revolusi, masa orde baru yaitu pemerintahan Soeharto.
Ruang Kemerdekaan
Di bagian dalam monumen terdapat Ruang Kemerdekaan. Untuk mencapainya dapat melewati tangga berputar baik dari utara atau selatan. Di sinilah symbol kemerdekaan dan kenegaraan disimpan dengan baik, beberapa diantaranya adalah naskah asli proklamasi yang ada dalam kotak kaca dan dalam gerbang yang dilapisi emas, peta kepulauan NKRI yang juga berlapis emas, lambang negara, bendera merah putih. Serta dinding yang memiliki tulisan proklamasi.
Ruang Kemerdekaan di bagian dalamnya berguna untuk mengheningkan cipta dan suasana tenang mengingat kembali tentang perjuangan bangsa dan hakikat dari kemerdekaan. Pintu gerbang emas yang di dalamnya tersimpan naskah proklamasi asli dibuat dari bahan perunggu dengan berat 4 ton dengan hiasan ukiran bunga wijaya kusuma perlambang keabadian serta bunga teratai perlambang kesucian. Pintu ini pun dikenal dengan nama gerbang kemerdekaan yang secara mekanis akan membuka diiringi alunan lagu Padamu Negeri.
Selanjutnya diikuti dengan pembacaan naskah proklamasi oleh Soekarno. Sisi selatannya ada patung garuda pancasila yang terbuat dari perunggu dengan berat 3,5 ton dan dilapisi emas. Sisi timur ada naskah proklamasi dengan huruf perunggu. Sang Saka Merah Putih tak ditampilkan karena kondisinya yang sudah tua dan rapuh. Pada bagian utaranya berisi kepulauan Indonesia yang dilapisi emas, sebagai lambang letak NKRI.
Pelataran Puncak dan Api Kemerdekaan Monas
Ada lift yang akan membawa para wisatawan ke pelataran puncak yang berukuran 11×11 meter. Tinggi tempat ini dari tanah adalah 115 meter. Dalam satu kali mengangkut pengunjung, lift mampu menampung sampai dengan 11 orang. Sementara pelataran puncaknya mampu menampung sampai 50 orang. Dan di sini juga tersedia teropong yang dapat digunakan untuk melihat keindahan Kota Jakarta dari ketinggian. Badan elevator dikelilingi tangga darurat yang semuanya terbuat dari bahan besi.
Kalau tak ada asap dan cuaca cerah maka dari puncak Monas pun kita dapat melihat Gunung Salak lewat teropong dan juga lautan biru dengan pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya. Pada puncak Monas ini juga ada cawan lapis emas yang berguna untuk menahan nyala lampu perunggu dengan berat hingga 14,5 ton. Sementara untuk lidah apinya mempunyai tinggi 14 meter dan diameter sepanjang 6 meter. Terdiri dari 77 bagian yang kemudian disatukan.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lidah api yang merupakan mahkota Monas adalah simbol dari perjuangan dan perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajah. Pada awalnya lembaran yang melapisi Monas ini beratnya 35 kg. Tetapi pada saat kemerdekaan Indonesia yang ke 50 tahun pada 1995, lembaran emasnya dilapis ulang sehingga sampai kini beratnya adalah 50 kg.
Puncak Tugu Monas berupa api yang tak kunjung padam, diharapkan agar semangat bangsa Indonesia dalam berjuang tetap menyala dan membara sampai kapanpun. Pelataran cawan yang mempunyai tinggi 17 meter ini memberi keindahan tersendiri dan dapat dicapai menggunakan elevator dari pelataran puncak Monas. Untuk emas obor Monas, sebanyak 28 dari 38 kg emasnya adalah sumbangan dari pengusaha Aceh bernama Teuku Markam.
Taman Monas
Untuk menghilangkan rasa suntuk dan refreshing bisa mengunjungi Taman Monas, taman ini adalah sejenis hutan kota dengan rancangan seperti taman yang tentunya sangat indah. Di taman ini kita bisa melakukan beragam aktivitas seperti kumpul dan santai bersama keluarga dan juga olahraga. Selain itu dapat juga bermain dengan kawanan rusa yang memang sengaja didatangkan dari Istana Bogor.
Taman Monas sudah dilengkapi dengan kolam air mancur menari yang memiliki bermacam warna seperti pelangi. Air mancur akan bergerak seperti melakukan tarian sesuai dengan alunan lagu yang menyertainya. Ada juga pertunjukan laser warna-warni di sini. Batu-batuan di Taman Monas yang tajam dapat dipakai untuk sarana pijat refleksi. Fasilitas berupa lapangan bola dan basket, juga kereta wisata. Masuk ke Taman ini gratis.
Transportasi ke Monas
Untuk mencapai Monas kita bisa memakai kendaraan pribadi, transjakarta, KRL Jabodetabek yang berhenti di Gambir.

Jumat, 28 September 2018

Museum Fatahilla

Museum Fatahillah


Sejarah dan Asal Mula Berdirinya Gedung Museum Fatahillah Jakarta
Sejarah Museum Fatahillah Jakarta adalah salah satu bangunan gedung peninggalan Era penjajahan Belanda, Selain itu gedung ini merupakan salah satu bangunan bersejarah yang merupakan saksi bisu perjuangan bangsa kita meraih kemerdekaan. Museum yang terletak pada wilayah Jakarta pusat ini, memang memiliki ketertarikan tersendiri. Selain letaknya pada pusat kota, museum ini juga menyimpan sejarah pada masa penjajahan Belanda di tanah air khususnya di Jakarta.
Sejarah Gedung Museum Fatahillah
Wisata museum bersejarah, merupakan salah satu pilihan rekreasi, selain syarat akan makna pembelajaran tapi juga memberikan pemikiran bagi kita generasi penerus bangsa agar menghargai perjuangan para pahlawan, lewat sejarah museum fatahillah pada ulasan berikut.

Museum Fatahillah

Pada awalnya sejarah museum fatahillah merupakan bangunan kolonial Belanda yang dipergunakan sebagai balai kota.  Peresmian gedung dilakukan pada tanggal 27 April 1626, olehGubernur Jenderal Pieter de Carpentier (1623-1627) dan membangun gedung balai kota baru yang kemudian direnovasi pada tanggal 25 Januari 1707, pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Joan van Hoorn dan baru selesai pada tanggal 10 Juli 1710 di masa pemerintahan lain, yaitu pada Gubernur Jenderal Abraham van Riebeeck.
Sejarah Gedung Museum Fatahillah
Gedung yang dipergunakan sebagai Balaikota ini, juga memiliki fungsi sebagai Pengadilan, Kantor Catatan Sipil, tempat warga beribadah di hari Minggu, dan Dewan Kotapraja (College van Scheppen). Kemudian sekitar tahun 1925-1942,  gedung tersebut  juga digunakan untuk mengatur sistem Pemerintahan pada Provinsi Jawa Barat. Kemudian  tahun 1942-1945, difungsikan sebagai  kantor tempat pengumpulan logistik Dai Nippon.
Sejarah Gedung Museum Fatahillah
Kemudian sekitar tahun 1919 untuk memperingati berdirinya batavia ke 300 tahun, warga kota Batavia khususnya para orang Belanda mulai tertarik untuk membuat sejarah tentang kota Batavia. Lalu pada tahun 1930, didirikanlah yayasan yang bernama Oud Batavia (Batavia Lama) yang bertujuan untuk mengumpulkan segala hal tentang sejarah kota Batavia.
Tahun 1936, Museum Oud Batavia diresmikan oleh Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (1936-1942), dan dibuka untuk umum pada tahun 1939.. Setelah itu pada tahun 1968 gedung ini diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta dan kemudian dijadikan sebagai Museum pada tahun 1974.

Museum Fatahillah

Pada sejarah museum fatahillah berdasarkan pembentukannya hingga bisa kita kunjungi sampai sekarang ini, menyimpan sisa penjajahan di dalamnya. Terbentuk menjadi dua lantai dengan ruang bawah tanah ini, berisikan banyak peninggalan bersejarah yaitu :
  • Lantai bawah : Berisikan peninggalan VOC seperti patung, keramik-keramik barang kerajinan seperti prasasti, gerabah, dan penemuan batuan yang ditemukan para arkeolog. Terdapat pula peninggalan kerajinan asli Betawi (Batavia) seperti dapur khas Betawi tempo dulu
  • Lantai dua : Terdapat perabotan peninggalan para bangsa Belanda mulai dari tempat tidur dan lukisan-lukisan, lengkap dengan jendela besar yang menghadap alun-alun. Konon, jendela besar inilah yang digunakan untuk melihat hukuman mati para tahanan yang dilakukan di tengah alun-alun.
  • Ruang bawah tanah : Yang tidak kalah penting pada bangunan ini adalah, penjara bawah tanah para tahanan yang melawan pemerintahan Belanda. Terdiri dari 5 ruangan sempit dan pengap dengan bandul besi, sebagai belenggu kaki para tahanan.
 
Sejarah Gedung Museum Fatahillah
Sejarah Gedung Museum Fatahillah
Sejarah Gedung Museum Fatahillah
Sejarah Gedung Museum Fatahillah
Sejarah Gedung Museum Fatahillah

Wisata Alam Provinsi Sumatera Barat

Wisata Alam Provinsi Sumatera Barat
Sumatera Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Sumatera dengan Padang sebagai ibu kotanya. Sesuai dengan namanya, wilayah provinsi ini menempati sepanjang pesisir barat Sumatera bagian tengah dan sejumlah pulau di lepas pantainya seperti Kepulauan Mentawai. Dari utara ke selatan, provinsi dengan wilayah seluas 42.297,30 km² ini berbatasan dengan empat provinsi, yakni Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Bengkulu.
Provinsi Sumatera Barat banyak memiliki tempat-tempat wisata yang sangat Indah dan bisa di katakan bertaraf Internasional. Objek Wisata di Provinsi ini tersebar hampir di setiap Kabupaten Kota, dari mulai wisata alam, sejarah dan Budaya akan membuat pengunjung merasa terkesan jika melakukan Liburan di Provinsi tempat kelahiran Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Bunga Hatta.
Berikut adalah objek-objek wisata alam yang berada di Provinsi Sumatera Barat:
1. Ngarai Sianok
ngarai sianok sumbar
Panorama Ngarai Sianok di perbatasan Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, terpilih sebagai Objek Wisata Terbaik di Provinsi Sumatera Barat dan meraih penganugerahan Padang Tourism Award ( PTA ) 2007, karena mampu cepat pulih pascakerusakan berat akibat gempa 6,4 SR Maret 2007.
Ngarai Sianok berhasil mengalahkan objek wisata Pantai Padang, kawasan wisata tambang di Sawahlunto, Pantai Carocok di Pesisir Selatan, Embun Pagi di Agam, Danau Kembar di Kabupaten Solok, Lembah Harau di 50 Kota dan Anai Resort di Padang Pariaman.Ngarai Sianok merupakan sebuah lembah curam yang memanjang dan berkelok dari selatan Ngarai Koto Gadang sampai di Ngarai Sianok Enam Suku, dan berakhir sampai daerah Palupuh, Agam serta memiliki pesona pemandangan yang indah.
Ngarai ini memiliki kedalaman sekitar 100 meter membentang sepanjang 15 kilometer dengan lebar sekitar 200 meter. Patahan-patahan ngarai membentuk dinding yang curam, bahkan ada yang tegak lurus dan membentuk lembah yang hijau.
2. Danau Maninjau
danau maninjau sumbar
Danau Maninjau di Sumatera Barat adalah satu dari danau yang paling menakjubkan di Indonesia. Terletak 35 kilometer dari kota Bukittinggi, Danau vulkanik ini terletak kurang lebih 461 meter di atas permukaan laut. Dengan ukuran kurang lebih 100 meter persegi dengan kedalaman maksimum 500 meter.Danau Maninjau memiliki resor berbintang lima yang berada di puncak bukit. Dengan pemandangan yang menyenangkan dan menenangkan hati, menginap di daerah Maninjau akan menjadi pengalaman yang mengesankan. Desa Maninjau terletak di samping danau. Buya Hamka, salah satu sastrawan terkenal di Indonesia, dilahirkan di Desa ini.
3. Danau Singkarak
Tanjuang Mutuh
Danau Singkarak adalah  adalah Danau Terluas di Sumatera Barat, dan terluas kedua di Pulau Sumatera, setelah Danau Toba. Danau ini mempunyai luas lebih kurang 107.8 km. Kita bisa bersantai sejenak di pinggiran danau dengan pemandangan yang menakjubkan, Latar Belakang bukit barisan di sepanjang pinggiran danau semakin menambah keindahan danau. Udara yang terasa segar dan angin yang terasa sejuk menyapa begitu kita berhenti di pinggiran Danau singkarak ini.
Lokasi Danau Singkarak ini juga terbilang cukup strategis jika anda ingin berkeliling ke beberapa objek wisata di Sumatera Barat. Danau ini terletak di pertengahan antara Kota Solok dan Kota Padang Panjang. Dengan posisi yang demikian jika anda ingin menuju ke Danau Singkarak, dari Kota Padang, anda mempunyai dua pilihan rute yakni melalui Kota Solok atau Kota Padang Panjang.
Danau Singkarak terkenal dengan ikan Bilih nya yang merupakan spesies ikan yang hanya hidup di danau ini saja. Ikan ini sangat unik karena tidak dapat bertahan hidup di mana saja, bahkan di dalam akuarium, kecuali di Danau Singkarak.
4. Danau Atas Bawah
6danau atas bawah sumbarmorning view of danau atas bawah
Objek Wisata Danau Atas Bawah ini berada di dekat Kota Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Danau Di Atas dan Danau Di Bawah terlihat unik karena berada lokasinya yang berdekatan. Bedanya hanya terletak pada ketinggian kedua danau tersebut. Danau Di Atas berada pada ketinggian 1.531 mdpl, sementara dan Danau Di Bawah berada pada ketinggian 1.663 mdpl.
Danau yang biasanya pertama kali didatangi pengunjung adalah Danau Di Bawah. Danau Di Atas memiliki air yang bisa dibilang tidak begitu dalam untuk ukuran danau, yaitu 44 meter.Di danau ini, Anda bisa berwisata air dengan menaiki perahu yang disewakan.
Tidak seperti Danau Di Atas, di Danau Di Bawah pengunjung tidak bisa melakukan wisata air. Ini dikarenakan dalamnya air sekitar 800 m, tetapi pemandangan di sekitar danau ini sangat asri, bagus untuk diabadikan dengan kamera.
Untuk mengunjungi Danau ini anda dapat melakukan perjalanan dari Kota Padang ke rute Sitinjau Laut-Lubuk Selasih-Solok.
5. Pantai Embun Pagi
embun-pagi.sumbar
Pantai Embun Pagi berada di Desa Padang Gelanggang, sekitar 24 Km dari Bukittinggi. Di Pantai ini kita bisa menikmati pemandangan yang indah dan butiran Pasir yang bersih berkilau di sinari Matahari. Para Wisatawan biasanya singgah terlebih dahulu ke Pantai ini sebelum ke Danau Maninjau untuk menikmati Pemandangan Pantai Embun Pagi. Bagi anda yang ingin menikmati Pemandangan Danau Maninjau, jangan lupa singgah agar liburan anda semakin berkesan.
6. Gua Jepang
goa-jepang-di-bukittinggi
Bukittinggi, Salah satu Objek Wisata yang ramai di kunjungi wisatawan adalah Lubang Japang atau Gua Jepang yang masih berada di areal pusat kota Bukittinggi.
Gua Jepang adalah bukti sejarah pendudukan Jepang yang masih tersisa hingga sekarang. Lubang gunung yang berdinding batu keras ini panjangnya puluhan meter.  Dengan rongga berbentuk setengah lingkaran yang rata-rata tingginya sekitar dua meter itu kecuali beberapa rongga yang memaksa para pengunjung membungkuk untuk melewatinya. Gua ini panjang sebenarnya satu setengah kilometer, sekarang hanya sekitar 750 meter. Gua Jepang itu terbagi dalam beberapa kamar. Mulai dari lorong untuk rapat mereka, tempat makan hingga kamar para tahanan yang orang Indonesia. Ada 12 barak militer, 12 tempat tidur, 6 buah ruang amunisi, dua ruang makan romusha dan satu ruang sidang. Yang unik adalah, karena lorong gua ini punya beberapa saluran untuk ke atas tanah, beberapa lorong dipakai sebagai lorong penyergapan dan pengintaian bagi para penduduk Indonesia yang kebetulan melintasi daerah itu pada masa perang.
8. Lembah Anai
lembah anai sumbar
Salah satu ikon pariwisata di provinsi Sumatera Barat. Terletak di pinggir jalan yang menghubungkan Kota Padang dan Kota Bukittinggi, tepatnya di Nagarai Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, sekitar 38 km dari arah Batusangkar. Ini adalah kawasan konservasi cagar alam Lembah Anai yang di tetapkan semenjak kolonial Belanda.
Sebelum sampai ke lokasi Lembah Anai, dari kota Padang maupun kota Bukittinggi, kamu akan melewati jalan yang berkelok-kelok dengan pemandangan yang indah. Di sisi jalan banyak ditumbuhi pepohonan yang tampak lembah dan bukit menghijau, tak jarang kamu akan melihat monyet-monyet berkeliaran.
vacation-star.blogspot.com_anai valley2
Cagar Alam Lembah Anai adalah kawasan hutan lindung yang berada di Sumatera Barat, kawasan ini memiliki hutan tropis yang lebat dengan beraneka jenis flora dan fauna. Keindahan alam serta flora dan fauna yang langka adalah daya tarik dari Lembah Anai, keindahan alam tersebut di antaranya terdapat tiga air terjun dan satu telaga yang airnya berwarna kebiru-biruan. Salah satu air terjun tersebut berada di pinggir jalan, sedangkan dua diantaranya masih tertutup oleh rerimbunan pohon yang lebat namun masih bisa di jangkau sekitar 15 menit perjalanan dari air terjun Lembah Anai, selain itu jika kamu ingin pergi ke telaga sekitar 15 menit dari tepi jalan raya.
8. Selancar dan Wisata Pantai di Mentawai
Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan ibu kota Tua Pejat – Sipora berada lebih kurang 135 km dari Kota Padang dapat dicapai melalui laut dengan memakan waktu antara 6-10 jam. Selain memilki pantai yang indah dengan hamparan pasir putihnya, aktivitas wisata atraksi atau bahari yang terkenal adalah kegiatan selancar (surfing) yang dapat dilakukan disekitar pulau Siberut dan Sipora. Akomodasi bagi pengunjung terdapat di beberapa kota kabupaten dan kecamatan.

Opini penulis tentang Wisata Alam Provinsi Sumatera Barat:
Menurut saya, banyak sekali objek wisata yang menarik di Sumatera Barat. Saya sendiri yang kebetulan bersuku minang atau biasa disebut orang padang, sangat sangat mengakui akan keindahan alam Sumatera Barat. Karena letak kampung halaman saya berada di Danau Maninjau, tepatnya di desa Pandan, jadi saya sangat bersyukur pernah menyaksikan langsung salah satu keindahan alam Indonesia yang sangat mengagumkan ini. Keindahan alam di danau maninjau yang masih asri, tapi sayangnya gempa bumi yang terjadi pada 30 September 2009 silam telah memporak porandakan hampir seluruh bagian di wilayah di Sumatera Barat, terutama di kawasan Danau Maninjau. Tetapi setelah tiga tahun terlepas dari bencana tersebut, Sumatera Barat kembali pulih. Sudah banyak rumah-rumah dikampung halaman saya yang telah dibangun ulang akibat gempa. Saya sangat merekomendasikan objek-objek wisata ini, dan saya yakin anda tidak akan menyesal jika berkunjung ke tempat ini.
Source:

Enjoying a Full Session at Kidzania Jakarta

Enjoying a Full Session at Kidzania Jakarta

It’s time to go back to Kidzania Jakarta for a full session! Yeay:)) Our Kiddos were so happy to be able to try other establishments after their short visit with the Kidzania TranzitTicket. We decided to choose the first session on Sunday morning (from 09.00 am to 02.00 pm), and we were lucky that there were not too many groups at Kidzania.

The check-in process

Arrival at Kidzania Airport

We arrived 15 minutes prior to the opening hour of Kidzania, and it was already crowded. Phew! We queued at the express ticket counter, although there were lots of people the check-in process was smooth, we didn’t have to wait more than 15 minutes.

The Kidzania crew than place a bracelet on our hand and yes we were so ready to get in.

Everyone (including adults) has to wear the bracelet


Get the Kidzos at Bank Central Asia Establishment

First thing to do when you arrive at Kidzania is going to the bank and kids will get money worth 50 Kidzos which include in the ticket price.



Kiddos made their own ATM card by storing their money to the bank (minimum 30 Kidzos). Yeay their first ATM!

ATM for Kidzania's currency

Being a Pharmacist A Medicine at Dexa Medica

We went to the second floor of Kidzania, we wanted to try the Garuda Flight Simulator. But we had to wait for another 30 minutes, so we moved to another establishment. Kiddos choose to work at Dexa Medica pharmacy.

The pharmacy inside Kidzania sponsored by Dexa Medica

As in other establishment, Kiddos were briefed before starting their working session.



Then they sat in their own chair and prepared the medicine by themselves. Look how serious they were being a pharmacist!


Let's prepare the medicine!
They also had to give label the medicine


After the medicine is ready, they got 20 Kidzos from Kidzania. It was our Kiddos’ first salary that morning.


Specs Shoes Factory

We were lucky that when we exit from Dexa Medica establishment, the session at Specs Shoes Factory which located only meters away from Dexa was about to end. So Kiddos queued up, they were super excited to make a shoe and test it at a mini soccer field.

They will get 10 Kidzos working at the Shoes Factory

After a short briefing, they sit at their own chair and prepare the shoes.

Are you ready guys?


And here comes the best part, it’s the testing time! They could use their shoes to kick the ball. What a great idea!


A mini soccer at the Shoes Factory


Let’s Be A Fireman!

One of the most favorite establishment in Kidzania is the Fire Department establishment. 




Oeps, they will only get 1 Kidzos being a fireman!


Kiddos had to queue about 30 minutes before they were called to the classroom. But they were willing to wait, and as it was 11 am already, I gave each of them Pizzania.

Having yummy pizza

They were briefed how to be a Fireman in a classroom wearing the jacket and helmet of fireman.


Getting ready to work as fireman in Kidzania

Then they were allowed to stand at the back of the fire truck, of course Kiddos were very excited!

Here they go, our little fireman

After few meters away from the Fire Department, the fire truck stopped in front of a building which was on fire (an artificial one of course). And they had to spray the water to the building until the fire is stopped. Whooosssh!




No wonder that this establishment is one of “the must try” one. However, after the session, our Kiddos ran to us who were sitting on a bench and they said, "We only got 1 Kidzos" Hahaha... I could hear the disappointment in their voice:p


The Kidzania Race Track

Having tried the race track on our first visit, it made our Kiddos wanted to try the experience once again. When the car race track opened at 12.30, Kiddos queued up and waited for their turn at the tribune.

And here they go for another exciting race! For our Kiddos, it’s definitely their fave establishment! Eventhough they have to spend 20 Kidzos for the racing.

Having super fun at the race track


Trying the Climb Building

Do you have kids that like to climb over a tree? We have one, which is our Kiddos#1 :D So he loves the climb building establishment at Kidzania so much! Kiddos had to pay 10 Kidzos to try climbing the wall at Kidzania city.




Nippon Paint Establishment

The last establishment that we tried was the Nippon Paint Establishment. Kiddos wore an apron and a hat that match the color of the paint board. So cute!



They were able to paint on a piece of paper and they were also allowed to take the painting home as well.



While waiting for the paint to dry, Kiddos were asked to re-arrange a living room according to a picture that was shown by Kidzania crew. It’s a great experience!

Everyone was busy 

Our 5 hours in Kidzania flew so fast and they were still so many establishments that we haven’t tried yet. We had a FUNtastic day at Kidzania Jakarta. Thank you Kidzania!


Disclaimer: the weekend tickets were provided as a complimentary from Kidzania, however the opinion are ours.




Things You Should Know: Kidzania Parents Experience

As a grown up person, would you like to play the establishments provided in Kidzania? Nothing is impossible at Kidzania, starting May 2015 parents are welcome to try the establishments as well!

The Parents Experience session is only available on Friday and Sunday, both on the 2nd session.

Parents could try in total 17 establishments, some of them are following establishments:
- Pigeon nursery room
- Garuda Indonesia flight simulator
- ACA Fire Fighter
- Radio Station Gen FM

Now, everyone can play at Kidzania:))




written on May 11, 2015 by @tesyasblog